Skip to main content

PUSI IKHWAN RAMADAN SIREGAR SPESIAL PART 4


Keributan di ruang hati
Karya : IR.Siregar
Benarkah itu jangkrik yang bernyanyi setiap malam
katak yang selalu berteriak diheningnya malam
angin berputar-putar disekitar tubuhku membuat tubuh ini menciut
penomena dimalam sepi yang selalu menemani diri ini
tetapi dimalam sepi ini masih ada keributan
berteriak ,memberontak dan menangis didalam ruang kecil
kedua bola mataku melihat mereka tertidur lelap di malam sepi ini
tapi kenapa….. kenapa aku yang meraskan keributan ini
apa yang terjadi denganku?
aku mendengar keributan yang tidak dirasakan oleh orang lain
suara-suara itu tertuju pada diriku
seperti rakyat meminta kemakmuran kepada pemimpinya
dimana ruang itu yang menimbulkan kebisingan
mungkinkah disudut ruang ini atau dinegri antah berantah yang tak bisa kulihat
sejenak aku terdiam dan terus mendengar ocehan keributan ini
sehingga satu kata lantang menjawab kebingfunganku ini
wahai pemilik hati ini kamilah yang ribut diruang hatimu
kamilah kata-kata yang memintamu untuk mencari sosok pengisi ruang hati ini
yang bisa menenangkan keributan di ruang hatimu ini
sampai kapan kau menyendiri menyisakan ruang kosong di hati ini
pergilah cari kekasih hati untuk menentramkan keributan ruang hati ini


 
Bait lagu
Karya : IR.Siregar
Mungkinkah perjalananku seperti bait lagu
indah terasa jika bait lagu itu nyata
bait lagu yang penuh keindahan perjalanan cinta
bait bait lagu membuatku menghayal tersenyum tersipu
bait lagu itu mewujudkan wajahnya didepan mataku
kecantikanya terlukis indah didalam bait lagu
begitu besar perasaan ini  hanya wujud di bait lagu
mungkinkah dia memiliki rasa padaku seperti dibait lagu
sampai kapan bait lagu wujud menjadi nyata
apakah bait - bait lagu ini bisa mengontrol perasaanya
terpikir di otakku membuat Pil yang berisi bait lagu
pil-pil tersebut yang akan berlari lari ditubuhnya
hingga dirinya terkontrol oleh bait-bait lagu
untuk menyempurnkan perasaan ini

Ir.siregar




 
IBU
Karya: IR.Siregar
Dirimu pendek dan membungkuk didepan mataku
keriput dikeningmu menceritakan kisah ketegaranmu
matahari tidak sanggup menjatuhkanmu
hujan tidak sanggup mematahkan semangatmu
kakimu yang  terlihat lemah masih sanggup menerjang karang
saat engkau tertidur pulas inginku memelukmu menghapus keletihanmu
engkau pahlawanku  sanggup bertaruh nyawa untukku
engkau pahlawanku bermandikan keringat demi aku
engkau motivatorku dikala aku lemah dan kesepian
engkau sebagai inspirasiku untuk menggapai impian dan cita-citaku
ibu dengan apa anak kecilmu ini membalas semua itu
ibu walaupun gunung bisa kupindahkan dan kuberikan padamu
tidak akan pernah bisa membalas pengorbananmu
ibu betapa cintanya dirimu pada anak kecilmu ini
sementara aku anak kecilmu ini belum bisa memberi yang sebanding dengan pemberianmu
ibu engkaulah pahlawanku
ibu engkaulah motivatorku
ibu engkaulah inspirasiku
kulukis wajahmu dimataku dan kusimpan kepribadiamu di hatiku






Comments

Popular posts from this blog

Semua jalanku

SILET DI UJUNG NADI Silet di ujung nadi ketika dia bergerak darah tertumpah dibumi apa arti darah jika silet-silet datang sendiri menghinggapi nadi silet-silet dari kaum pribumi denyut nadi mati ketika silet pribumi bergerak diatas nadi nadi-nadi tidak berdosa di abad modren ini tidak berharga silet-silet mengkilat dengan asah asahan hasil memperalat silet hanya bisa melet melihat nadi terpelet oleh kilaunya silet sunrise dan sunset hanya untuk kaum-kaum silet dari kelompok pribumi dasar silet kampret. kau gores nadi-nadi tak berdosa itu kau silet seluruh aset nadi-nadi tidak berdosa itu kemana lagi nadi-nadi ini berlari engkau silet telah menguasai nusantara ini wahai silet kudoakan engkau korslet dan hancur di himpit maghnet-maghnet birahimu. TUHAN TUHAN OPLOSAN Ketika nusantara di huni tuhan-tuhan oplosan berbicara untuk mengadili-berbicara untuk menghakimi-berbicara untuk memberi kau tuhan oplosan Nusantara tidak akan tertipu dengan kuasamu tuhan-tuhan oplosan ...

BERDIRI BERSAMA LPSK MELAWAN PENJAJAHAN KORUPSI

oleh : Ikhwan Ramadan Siregar             Kita dijajah dan hancur ditangan bangsa sendiri, sebuah pemandangan yang sudah lumrah kita lihat di televisi dan media-media berita lainnya, aktor penjajahan muncul dengan wajah tak bersalah dan seolah-olah itu sudah menjadi budaya di negara kita indonesia, mereka adalah aktor-aktor yang bergerak sebagai pelaku korupsi. Negara Indonesia dijajah oleh korupsi, penjajahan ini tidak membutuhkan senjata canggih seperti nuklir,granat,pedang,senapang atau senjata tajam lainnya, akan tetapi penjajahan ini mampu membunuh korbannya secara perlahan dan merusak lingkungan disekitarnya baik secara moral maupun fisik.             Logika sederhananya anak-anak yang putus sekolah karena lemahnya perekonomian keluarga,seharusnya bisa melanjutkan sekolahnya dengan bantuan dari pemerintah, akan tetapi fakta yang terjadi oknum di lembaga pemerintahan negara indonesi...

Alam Guru

SADAR DALAM MABUK Aku dilubang aktivitas jenuh yang mensenyumkan terbakar hingga mencair dan membeku kemudian terbakar lagi waktu ini dan saat ini semua disenyumkan disemangatkan ditertawakan goyah didalam tegar hingga di dramakan dalam ruh yang goyah antah berantah bertopeng fisik tegar drama kesadaran dalam sunyi dan memabukkan di keramaian aku pemabuk dalam ramai kepala-kepala yang menangis dan yang tertawa. dalam ramai terkadang mabuk dalam sadar Merongrong nada tak berwujud, tolak menolak memukul menendang tetapi tetap dalam mabuk kesadaran aku dilubang aktivitas jenuh disenyumkan aku mabuk dalam sadar dan sadar dalam mabuk aku terlihat aku ketika aku bersumyi di waktu aku. MELETUP LETUP di ciptakan yang kuasa waktu dan aku menunggu. meletup letup perasaanku ini masih jauh mendungku dan mentariku sendiri perasaanku di mendungku dan mentariku.sendiri meletup-letup masih jauh disana mendungku dan mentariku mendungku dan mentariku itu satu dan masih jauh kini...