Skip to main content

Puisi Ikhwan Ramadan Siregar


 Manusia Itu

Gelisah manusia itu disaat tertidur
Melayang memikirkan kesalahan dan kebenaran
Tertawa manusia itu saat menangis
Berjalan melihat kebahagian dan kesedihan

Dusta manusia itu membuatmu geLisah
Kelalain manusia itu membuatmu bersalah
Perjuangan manusia itu membuatmu mencari kebenaran
Senyuman manusia itu  membuatmu ingin kebahagiaan
Tangisan Manusia itu membuatmu ingin menghapus kesedihan

Semua Yang kau rasakan untuk manusia itu
Semua yang kau lakukan untuk manusia itu

IR.Siregar
 
Perjuangan

Hidup dikelilingi perjuangan
Petir terus menghantam tubuh
Mendung menari- nari menghalangi
Hujan membasahi tuubuh ini

Senyuman mengfhapus semua itu
Kesabaran menghancurkan semua itu
Tekad hidup terus berjalan
cita-cita mendarah daging di tubuhku

IR.Siregar


Sinar

Berjalan di kegelapan malam sepi
Berharap sinar itu menuntutun diriku
Jalan berliku  dan berlubang tak bisa kulihat
Dimanakah sinar yang dulu bersamaku

Ku tak bisa menlanjutkan langkahku
Terdiam disini menunggu sinar kembali
Sayangnya sinar itu tak pernah kembali
Hingga ku mati dpertengahan jalanku

Aku hancur karena sinar cintamu pergi
Haruskah aku terus menanti dirimu
Mentaripun tak bisa mengaantikanmu
Inilah akhir perjajalananku tanpa sinarmu

 IR.Siregar



                                       




Comments

Popular posts from this blog

Semua jalanku

SILET DI UJUNG NADI Silet di ujung nadi ketika dia bergerak darah tertumpah dibumi apa arti darah jika silet-silet datang sendiri menghinggapi nadi silet-silet dari kaum pribumi denyut nadi mati ketika silet pribumi bergerak diatas nadi nadi-nadi tidak berdosa di abad modren ini tidak berharga silet-silet mengkilat dengan asah asahan hasil memperalat silet hanya bisa melet melihat nadi terpelet oleh kilaunya silet sunrise dan sunset hanya untuk kaum-kaum silet dari kelompok pribumi dasar silet kampret. kau gores nadi-nadi tak berdosa itu kau silet seluruh aset nadi-nadi tidak berdosa itu kemana lagi nadi-nadi ini berlari engkau silet telah menguasai nusantara ini wahai silet kudoakan engkau korslet dan hancur di himpit maghnet-maghnet birahimu. TUHAN TUHAN OPLOSAN Ketika nusantara di huni tuhan-tuhan oplosan berbicara untuk mengadili-berbicara untuk menghakimi-berbicara untuk memberi kau tuhan oplosan Nusantara tidak akan tertipu dengan kuasamu tuhan-tuhan oplosan ...

BERDIRI BERSAMA LPSK MELAWAN PENJAJAHAN KORUPSI

oleh : Ikhwan Ramadan Siregar             Kita dijajah dan hancur ditangan bangsa sendiri, sebuah pemandangan yang sudah lumrah kita lihat di televisi dan media-media berita lainnya, aktor penjajahan muncul dengan wajah tak bersalah dan seolah-olah itu sudah menjadi budaya di negara kita indonesia, mereka adalah aktor-aktor yang bergerak sebagai pelaku korupsi. Negara Indonesia dijajah oleh korupsi, penjajahan ini tidak membutuhkan senjata canggih seperti nuklir,granat,pedang,senapang atau senjata tajam lainnya, akan tetapi penjajahan ini mampu membunuh korbannya secara perlahan dan merusak lingkungan disekitarnya baik secara moral maupun fisik.             Logika sederhananya anak-anak yang putus sekolah karena lemahnya perekonomian keluarga,seharusnya bisa melanjutkan sekolahnya dengan bantuan dari pemerintah, akan tetapi fakta yang terjadi oknum di lembaga pemerintahan negara indonesi...

Alam Guru

SADAR DALAM MABUK Aku dilubang aktivitas jenuh yang mensenyumkan terbakar hingga mencair dan membeku kemudian terbakar lagi waktu ini dan saat ini semua disenyumkan disemangatkan ditertawakan goyah didalam tegar hingga di dramakan dalam ruh yang goyah antah berantah bertopeng fisik tegar drama kesadaran dalam sunyi dan memabukkan di keramaian aku pemabuk dalam ramai kepala-kepala yang menangis dan yang tertawa. dalam ramai terkadang mabuk dalam sadar Merongrong nada tak berwujud, tolak menolak memukul menendang tetapi tetap dalam mabuk kesadaran aku dilubang aktivitas jenuh disenyumkan aku mabuk dalam sadar dan sadar dalam mabuk aku terlihat aku ketika aku bersumyi di waktu aku. MELETUP LETUP di ciptakan yang kuasa waktu dan aku menunggu. meletup letup perasaanku ini masih jauh mendungku dan mentariku sendiri perasaanku di mendungku dan mentariku.sendiri meletup-letup masih jauh disana mendungku dan mentariku mendungku dan mentariku itu satu dan masih jauh kini...