Pages

Minggu, 29 April 2012

HAMA YANG MENYERANG BULIR PADI


HAMA PENYERANG BULIR PADI (Oryza Sativa)






1.Walang Sangit

Walang sangit (L. oratorius L) adalah hama yang menyerang tanaman padi setelah berbungadengan cara menghisap cairan bulir padi menyebabkan bulir padi menjadi hampa ataupengisiannya tidak sempurna. Penyebaran hama ini cukup luas.Di Indonesia walang sangit merupakan hama potensial yang pada waktu-waktu tertentu menjadihama penting dan dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 50%. Diduga bahwa populasi100.000 ekor per hektar dapat menurunkan hasil sampai 25%. Hasil penelitian menunjukkanpopulasi walang sangit 5 ekor per 9 rumpun padi akan menurunkan hasil 15%. Hubungan antarakepadatan populasi walang sangit dengan penurunan hasil menunjukkan bahwa serangan satuekor walang sangit per malai dalam satu minggu dapat menurunkan hasil 27%Kwalitas gabah (beras) sangat dipengaruhi serangan walang sangit. Diantaranya menyebabkanmeningkatnya Grain dis-coloration . Sehingga serangan walang sangit disamping secaralangsung menurunkan hasil, secara tidak langsung juga sangat menurunkan kwalitas gabah..

     Biologi dan ekologi
Tanaman inang alternatif hama walang sangit adalah tanaman rumput-rumputan antara lain: Panicum spp; Andropogon sorgum; Digitaria consanguinaria; Eleusine coracoma; Setariaitalica; Cyperus polystachys, Paspalum spp; dan Pennisetum typhoideum.  Dewasa walang sangit meletakan telur pada bagian atas daun tanaman. Pada tanaman padi daunbendera lebih disukai. Telur berbentuk oval dan pipih berwarna coklat kehitaman, diletakan satupersatu dalam 1-2 baris sebanyak 12-16 butir. Lama periode bertelur 57 hari dengan totalproduksi terlur per induk + 200 butir. Lama stadia telur 7 hari, terdapat lima instar pertumbuhan. nimpa yang total lamanya + 19 hari. Lama preoviposition + 21 hari, sehingga lama satu siklushidup hama walang sangit + 46 hari.

Nimpa setelah menetas bergerak ke malai mencari bulir padi yang masih stadia masak susu, buliryang sudah keras tidak disukai. Nimpa ini aktif bergerak untuk mencari bulir baru yang cocok sebagai makanannya. Nimpa-nimpa dan dewasa pada siang hari yang panas bersembunyidibawah kanopi tanaman. Serangga dewasa pada pagi hari aktif terbang dari rumpun ke rumpunsedangkan penerbangan yang relatif jauh terjadi pada sore atau malam hari.

Pada masa tidak ada pertanaman padi atau tanaman padi masih stadia vegetatif, dewasa walangsangit bertahan hidup/berlindung pada barbagai tanaman yang terdapat pada sekitar sawah.Setelah tanaman padi berbunga dewasa walang sangit pindah ke pertanaman padi danberkembang biak satu generasi sebelum tanaman padi tersebut dipanen. Banyaknya generasidalam satu hamparan pertanaman padi tergantung dari lamanya dan banyaknya interval tanampadi pada hamparan tersebut. Makin serempak tanam makin sedikit jumlah generasi perkembangan hama walang sangit.

Di alam hama walang sangit diketahui diserang oleh dua jenis parasitoid telur yaitu Gryon nixoni Mesner dan O.malayensis Ferr. Parasitasi kedua parasitoid ini di lapangan dibawah 50%.Pengamatan yang dilakukan pada tahun 1997 dan 2000 pada beberapa daerah di Jawa Baratmenunjukkan parasitoid  G. nixoni  lebih dominan dibandingkan dengan parasitoid O. malayensis .Parasitoid O. malayensis hanya ditemukan pada daerah pertanaman padi di daerah agak pegunungan dimana disamping pertanaman padi banyak ditanaman palawija seperti kedelai ataukacang panjang O. malayensis selain menyerang telur walang sangit juga menyerang telur hama Riptortus linearis dan Nezara viridula yang merupakan hama utama tanaman kedelai. Berbagai jenis laba-laba dan jenis belalang famili Gryllidae dan Tettigonidae menjadi predator hamawalang sangit. Jamur Beauveria sp juga merupakan musuh alami walang sangit. Jamur inimenyerang stadia nimpa dan dewasa..
   
      Pengendalian

      Pengendalian secara kultur teknik

Sampai sekarang belum ada varietas padi yang tahan terhadap hama walang sangit. Berdasarkancara hidup walang sangit, tanam serempak dalam satu hamparan merupakan cara pengendalianyang sangat dianjurkan. Setelah ada tanaman padi berbunga walang sangit akan segera pindahdari rumput-rumputan atau tanaman sekitar sawah ke pertanaman padi yang pertama kaliberbunga. Sehingga jika pertanaman tidak serempak pertanaman yang berbunga paling awalakan diserang lebih dahulu dan tempat berkembang biak . Pertanaman yang paling lambat tanamakan mendapatkan serangan yang relatif lebih berat karena walang sangit sudah berkembangbiak pada pertanaman yang berbunga lebih dahulu. Dianjurkan beda tanam dalam satu hamparantidak lebih dari 2,5 bulan.Plot-plot kecil ditanam lebih awal dari pertanaman sekitarnya dapat digunakan sebagai tanamanperangkap. Setelah tanaman perangkap berbunga walang sangit akan tertarik pada plot tanaman. perangkan dan dilakukan pemberantasan sehingga pertanaman utama relatif berkurang populasiwalang sangitnya.

       
   Pengendalian secara biologis

 Potensi agens hayati pengendali hama walang sangit masih sangat sedikit diteliti. Beberapapenelitian telah dilakukan terutama pemanfaatan parasitoid dan jamur masih skala rumah kasaatau semi lapang. Parasitoid yang mulai diteliti adalah O. malayensis sedangkan jenis jamurnyaadalan  Beauveria sp dan Metharizum sp.

     Pengendalian dengan menggunakan perilaku serangga

 Walang sangit tertarik oleh senyawa (bebauan) yang dikandung tanaman L  ycopodium sp dan Ceratophylum sp. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menarik hama walang sangit dan kemudian secara fisik dimatikan. Bau bangkai binatang terutama bangkai kepiting juga efektif untuk menarik hama walang sangit.

       Pengendalian kimiawi

 Pengendalian kimiawi dilakukan pada padi setelah berbunga sampai masak susu, ambang kendaliuntuk walang sangit adalah enam ekor /m 2 .Banyak insektisida yang cukup efektif terutama yangberbentuk cair atau tepung sedangkan yang berbentuk granula tidak dapat dianjurkan untuk mengendalikan walang sangit. Insektida anjuran untuk tanaman padi yang cukup efektif terhadapwalang sangit adalah BPMC dan MIPC.




2.Burung (lonchura. Spp)

Burung menyerang tanaman pada fase masak susu sampai padi dipanen. Burung akan memakan langsung bulir padi yang sedang menguning sehingga menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. Burung juga mengakibatkan patahnya malai padi.
Cara pengendalian diantaranya adalah dengan menjaga lahan dengan menempatkan orang-orangan sawah untu mengusir burung, tanam serentak, jangan menanam dan memanen diluar musim agar tidak dijadikan sebagai sumber makanan serta kendalikan habitat/sarang burung.

3.Padi Thrips (Thrips oryzae)

  Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: BVR atau Pestona.

4.Kepik hijau (Nezara viridula)

               Menyerang batang dan buah padi. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya, penyemprotan BVR atau PESTONA

5. Hama Wereng Coklat (Nilaverpata Lugens)
  Hama ini selalu menghisap cairan dan air dari padi batang muda atau bulir-bulir buah muda yang lunak , dapat meloncat tinggi dan tidak terarah , berwarna coklat, berukuran 3-5 mm, habitat ditempat lembab, gelap dan teduh, telur banyak ditempatkan dibawah daun padi yang melengkung dengan masa ovulasi 9 hari menetas , 13 hari membentuk sayap dan dua minggu akan bertelur kembali. Hama ini meluas seranganya dilihat dari bentuk lingkaran pada tanaman dalam petakan padi. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memberantas hama ini dengan cara preventif, refresif dan kuratif.
     6. Penggerek batang padi

                        Penggerek batang padi spesies Scirpophaga incertulas ( penggerek batang padi kuning ) dan Scirpophaga innotata (penggerek batang padi putih). Penggerek batang padi kuning ditemukan menyerang pada tanaman padi masa vegetatif. Gejalanya berupa gejala sundep yaitu pucuk batang padi menjadi kering, berwarna kuning, dan mudah dicabut. Penggerek batang padi yang menyerang pada masa generatif menyebabkan gejala beluk, yaitu dimana bulir padi menjadi hampa atau tidak berisi.



0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More